Header Ads

Image and video hosting by TinyPic

Menyedihkan, Jurnalis yang Bongkar Korupsi dalam Badan FIFA Ditembak Mati


Istana Goal - Jurnalis investigatif di Ghana yang membantu membongkar korupsi pejabat tinggi di badan sepak bola dunia FIFA ditemukan tertembak mati saat sedang mengendarai sepeda motor seorang diri. Kasus ini dipastikan sebagai pembunuhan berencana.

Mengutip ESPN FC, jurnalis bernama Ahmed Hussein-Suale ini ditemukan tewas pada Rabu (16/1) waktu setempat, di tepi kota Accra, ibu kota Ghana. Dia ditembak dua kali di dada, satu kali di leher dalam jarak dekat. Menurut polisi, dia tewas di tempat.

Menurut Tiger Eye PI, media tempat Hussein-Suale bekerja, kematian itu menunjukkan peran profesional. Peluru-peluru yang menembus badan Hussein-Suale membuktikan peran pembunuh profesional di balik layar meski polisi masih melakukan penyelidikan.

Presiden Ghana, Nana Akufo-Addo mengutuk pembunuhan ini dan dia berharap polisi bisa bertindak cepat. 

Rekam Jejak Hussein-Suale

Hussein-Suale yang bekerja di bawah bimbingan Anas Aremeyaw Anas, jurnalis investigatif yang tersohor pernah dipuji secara langsung oleh mantan presiden Amerika Serikat, Barrack Obama. Keberanian Hussein-Suale telah diacungi jempol karena merilis tayangan dokumenter yang membongkar kejahatan dan korupsi terorganisir di Ghana.

Anas telah mengonfirmasi kematian Hussein-Suale di laman Facebook-nya: "Berita menyedihkan, tapi kita tak bisa dibungkam. Beristirahatlah dengan tenang."

Tim mereka (Anas & Hussein-Suale) baru-baru ini fokus bekerja membongkar korupsi dalam badan sepak bola Afrika, yang mereka gambarkan sebagai dunia gelap di balik layar, di mana pelatih, wasit, dan bahkan ofisial yang paling senior bisa disuap untuk mengatur pertandingan.

Lawan!

Hussein-Suale dan Anas pernah menangkap 'ikan besar' dalam perburuan mereka. Keduanya berhasil meringkus Kwesi Nyantakyi, anggota FIFA Council dan orang kedua terkuat di sepak bola Afrika.

Kala itu, Nyantakyi menerima uang suap 65.000 USD dari reporter mereka yang menyamar sebagai pebisnis. Nyantakyi setuju menerima uang itu dan akan menggunakan jabatannya sebagai presiden asosiasi sepak bola Ghana untuk membantu pebisnis tersebut.

Aksi berbahaya ini akhirnya sukses, Nyantakyi memakan umpan mentah-mentah. Dia kemudian mundur dari jabatannya dan dilarang terlibat dalam dunia sepak bola seumur hidupnya karena kasus suap, korupsi, dan banyak hal lagi.

Sayangnya, jurnalis-jurnalis pemberani seperti Hussein-Suale justru dimusnahkan oleh mereka yang memiliki uang!

Kami, istanagoal.com sungguh bersimpati dengan kasus kematian jurnalis seperti ini, terlebih di Indonesia sedang berjalan investigasi serupa oleh Satgas Anti Mafia Sepak Bola. Media harus bersikap berani, seperti potongan puisi Wiji Thukul berikut:

Apabila usul ditolak tanpa ditimbang
Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
Dituduh subversif dan mengganggu keamanan
Maka hanya ada satu kata: lawan!

(Wiji Thukul, 1986)

Tidak ada komentar